Bab 21 – Bab 23 – Pulang Kampung
Bab 21 – Bab 23 – Pulang Kampung
Lebaran tiba. Udin mudik naik bus ekonomi yang AC-nya mati tapi musik dangdutnya full volume. Di sebelahnya duduk ibu-ibu yang membawa ayam hidup dalam kardus. Sepanjang 12 jam perjalanan, ayam itu berkokok setiap kali bus mengerem.
Sampai di kampung, pertanyaan legendaris keluarga besar sudah menunggu: "Kapan nikah?". Udin sudah menyiapkan jawaban pamungkas: "Tenang, Pakde. Jodoh saya masih di tangan Tuhan, cuma Tuhan-nya lagi sibuk ngurusin jodoh orang lain yang lebih prioritas." Jawaban itu sukses membuat hening satu ruang tamu.
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.