Bab 23 – Bab 25 – Bahagia Itu Sederhana
Bab 23 – Bab 25 – Bahagia Itu Sederhana
Pada akhirnya, Udin menyadari bahwa hidupnya yang penuh kekacauan ini sebenarnya seru juga. Ia punya pekerjaan (meski bosnya aneh), punya teman (meski kelakuannya minus), dan punya tempat tinggal (meski berbagi dengan kucing preman).
Sore itu, Udin duduk di teras kosan, menyeruput kopi hitam dan makan gorengan hangat. Hujan gerimis turun perlahan. Tidak ada notifikasi tagihan, tidak ada alarm pagi,
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.