Bab 8 – Bab 8 - Menu Akhir Bulan: Nasi Garam
Bab 8 – Bab 8 - Menu Akhir Bulan: Nasi Garam
Tanggal tua tiba. Saldo ATM Dodi tinggal Rp 5.000. Itu harus cukup untuk makan tiga hari. Dodi menatap nanar *rice cooker*-nya. Ia memasak nasi, lalu mencari lauk di lemari. Kosong.
Ia menemukan saset garam dapur. Dengan air mata berlinang, Dodi makan nasi hangat ditaburi garam. "Rasanya seperti makan di restoran Jepang... kalau restorannya bangkrut," gumamnya menghibur diri. Saat suapan ketiga, ia baru sadar itu bukan garam, tapi bubuk oralit yang rasanya asin-asin sepet aneh.
Total dibaca bab ini: 2 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.