Bab 2 – Bab 2 - Atap Bocor dan Ember Orkestra
Bab 2 – Bab 2 - Atap Bocor dan Ember Orkestra
Malam pertama Udin di rumah itu disambut hujan deras. Ternyata, atap rumah ini memiliki konsep "langit terbuka" yang tidak disengaja. Air menetes dari lima titik berbeda. Udin panik mencari wadah. Ia menggunakan panci, mangkuk ayam jago, hingga helm motornya untuk menampung air.
Bunyi tetesan air yang jatuh ke berbagai wadah itu menciptakan harmoni yang kacau. *Tung, tak, plengh, blung.* Udin merasa seperti dirigen orkestra air hujan yang frustrasi. Ia mencoba tidur sambil memegang payung di dalam kamar, berdoa agar kasur kapuknya tidak berubah menjadi rakit dadakan di tengah malam.
Total dibaca bab ini: 4 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.