Bab 1 – Bab 1 – Alarm adalah Musuh Alami

Bab 1 – Bab 1 – Alarm adalah Musuh Alami

hikayat udin Novel gratis 1x dibaca
Matahari pagi menampar wajah Udin lewat celah gorden yang bolong digigit tikus. Jam di dinding menunjukkan pukul 07.30, padahal alarm hp-nya sudah berteriak histeris sejak pukul 06.00. Dengan gerakan reflek ala ninja mabuk, Udin melempar hp-nya ke tumpukan bantal, berharap benda itu diam. Sayangnya, hp itu memantul dan mendarat tepat di jidatnya. Pagi itu dimulai dengan tragedi. Bukan karena kesiangan, tapi karena Udin sadar stok kopi sasetnya habis. Ia menatap toples gula yang dikerubungi semut dengan tatapan nanar. "Kalian lagi," gumam Udin, mengajak bicara semut yang tentu saja tidak peduli dengan krisis kafeinnya. Hari ini, ia resmi berangkat kerja dengan nyawa baru terkumpul 40 persen. Bab 2 – Drama Ojol dan Helm Ajaib Udin memesan ojek online dengan harapan mendapat abang yang pendiam. Namun, semesta berkata lain. Ia mendapatkan abang ojol yang sepertinya mantan motivator gagal. Sepanjang perjalanan, si abang menceramahi Udin tentang pentingnya investasi lele kangkung di dalam ember. Udin hanya bisa mengangguk-angguk, suaranya teredam angin dan helm yang aromanya seperti kombinasi keringat kuda dan jemuran basah yang lupa diangkat seminggu. Puncaknya adalah ketika mereka berhenti di lampu merah. Si abang ojol tiba-tiba berteriak, "Mas, hidup itu kayak lampu merah! Kadang berhenti, kadang jalan, kadang ditabrak dari belakang!" Orang-orang di motor sebelah menatap ngeri. Udin pura-pura sibuk membalas chat dari operator seluler agar tidak dikira teman si abang.
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
  • Contoh komentar
    Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.
    Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan masuk terlebih dahulu.