Bab 2 – Bab 3 – Absensi Fingerprint yang Durhaka

Bab 2 – Bab 3 – Absensi Fingerprint yang Durhaka

hikayat udin Novel gratis 1x dibaca
Sampai di kantor, Udin menghadapi musuh keduanya: mesin fingerprint. Mesin ini punya sentimen pribadi padanya. Orang lain menempelkan jari langsung bunyi "Terima kasih". Giliran Udin, mesin itu diam seribu bahasa, atau malah berbunyi "Coba lagi" dengan nada yang terdengar mengejek. Udin mencoba segala cara, mulai dari mengelap jari ke celana, menjilat jari (yang rasanya asin), hingga berdoa komat-kamit. Setelah percobaan ke-12 dan antrean di belakangnya mulai mengular sampai ke parkiran, mesin itu akhirnya berbunyi. "Terima kasih". Udin merasa seperti baru saja memenangkan medali emas Olimpiade. Ia berbalik menghadap rekan-rekannya dengan wajah bangga, hanya untuk menyadari bahwa resleting celananya terbuka setengah tiang sejak dari rumah.
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
  • Contoh komentar
    Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.
    Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan masuk terlebih dahulu.