Bab 4 – Bab 6 – Tragedi Kopi Tumpah
Bab 4 – Bab 6 – Tragedi Kopi Tumpah
Sore hari, rasa kantuk menyerang. Udin membeli kopi mahal di kafe bawah demi gengsi. Dengan langkah mantap ala eksekutif muda di film-film, ia berjalan masuk lift. Sialnya, pintu lift menutup terlalu cepat dan menjepit tas selempangnya. Udin panik, menarik tasnya sekuat tenaga.
Tas terlepas, tapi guncangannya membuat kopi di tangan kanannya melompat indah membasahi kemeja putih Pak HRD yang berdiri tepat di sebelahnya. Hening. Lift itu terasa seperti peti mati berjalan. "Maaf, Pak," cicit Udin. Pak HRD hanya tersenyum, senyum yang menyiratkan "SP 1 sedang diketik".
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.