Bab 3 – Bab 4 – Rapat yang Bisa Jadi Email
Bab 3 – Bab 4 – Rapat yang Bisa Jadi Email
Pak Bos memanggil seluruh tim untuk rapat darurat. Udin sudah menyiapkan buku catatan dan pulpen, siap mencatat strategi perusahaan yang brilian. Namun, setelah 45 menit berlalu, topik rapat ternyata hanya membahas siapa yang menghabiskan tisu toilet di lantai dua dan kenapa ada sisa gorengan di ruang server.
Udin mencatat di bukunya: "Tersangka utama: Mas Budi IT. Motif: Lapar tengah malam." Rapat itu berakhir dua jam kemudian tanpa kesimpulan yang jelas, kecuali keputusan bahwa mulai besok setiap karyawan harus membawa tisu sendiri-sendiri. Udin keluar ruangan dengan perasaan hampa, merasa sel otaknya berkurang satu sendok teh.
Bab 5 – Makan Siang Dilematis
Jam istirahat adalah waktu tersulit bagi dompet Udin. Hati ingin makan Ramen, dompet berbisik "Warteg Bahari". Akhirnya kompromi terjadi: Mie instan di pantry kantor. Saat sedang menyeduh mie, Udin bertemu Siska, primadona kantor yang cantiknya bikin AC ruangan terasa tidak berguna.
"Makan mie lagi, Din?" tanya Siska sambil mengaduk salad buah mahalnya. Udin tersenyum canggung, kacamata berembun karena uap panas mie. "Iya, Sis. Lagi program diet karbohidrat terpadu," jawab Udin asal. Siska hanya tertawa kecil lalu pergi, meninggalkan Udin yang kini sadar bahwa ada potongan cabai nyangkut di gigi depannya.
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.