Bab 9 – Bab 11 – Senin Itu Kejam
Bab 9 – Bab 11 – Senin Itu Kejam
Senin datang lagi seperti rentenir yang menagih utang. Udin bangun dengan perasaan berat, seolah gravitasi di kasurnya meningkat sepuluh kali lipat. Ia bersiap dengan malas, menyemprotkan parfum ke seluruh badan untuk menutupi fakta bahwa ia belum mandi karena air PDAM mati.
Di jalan, ban motornya bocor. Udin mendorong motor sejauh satu kilometer sampai betisnya terasa mau meledak. Sesampainya di tukang tambal ban, si abang tambal berkata, "Mas, ini bannya nggak bocor, cuma kurang angin aja." Udin rasanya ingin menjadi butiran debu saat itu juga.
Total dibaca bab ini: 1 kali.
Pilih reaksi yang paling mewakili perasaan Anda setelah membaca bab ini.
-
Saat fitur komentar aktif penuh, komentar pembaca akan ditampilkan di sini.Laporkan komentar
Untuk mengirim komentar, silakan
masuk terlebih dahulu.